S K O P I N

Halo skopers, berjumpa lagi dengan kami. Kali ini kita masih membahas mengenai kehidupan dunia kampus. Salah satu keniscayaan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi yang jauh dari rumah adalah menjadi mahasiswa rantau. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang mahasiswa, karena memerlukan adaptasi total bagi yang belum terbiasa. Mulai dari adaptasi lingkungan, kebutuhan sehari-hari, lingkungan, pertemanan, dan ritme pola hidup. Tetapi hal inilah yang akan menjadikan mahasiswa rantau lebih spesial daripada mahasiswa yang setiap hari pulang ke rumah.

Kemandirian juga menjadi poin penting bagi mahasiswa rantau. Jauh dari orangtua dan keluarga, menjalani hidup sehari-hari di kos-kosan, makan, cuci baju, dan aktifitas-aktifitas lain dilakukan seorang diri. Tanpa kemandirian dan mental yang mumpuni, mahasiswa rantau hanya akan menghabiskan hari demi hari dengan kesedihan dan tangis mengiris hati. Terpenjara dalam kamar kos yang mini setiap hari. Hanya cicak di langit-langit kamar yang menemani sunyi. (Kok malah jadi kayak puisi, hehe).

Tapi saya tidak menakut-nakuti para skopers yang akan memilih menjadi mahasiswa rantau untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Percayalah, jika kalian bisa melewati hal ini dengan baik, percaya diri, kreatif dan berdaya juang tinggi, kalian akan menjadi mahasiswa yang istimewa. Berikut tips yang mungkin bisa membantu bagi kalian, wahai mahasiswa rantau:

1. Atur Keuangan Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan
Masalah klasik mahasiswa rantau biasanya adalah tentang keuangan. Mahasiswa yang mempunyai tingkat ekonomi keluarga yang lumayanpun belum jaminan bahwa uang jatahnya tersisa banyak di akhir bulan. Ini semua berkenaan dengan manajemen keuangan. Menjadi sebuah konsekuensi logis bahwa mahasiswa rantau akan mengatur hidupnya secara mandiri beserta kebutuhannya sehari-hari. Mulai keperluan tugas-tugas kuliah, makan, uang kos bulanan, jajan waktu nongkrong atau mungkin fashion. Mengatur keuangan menjadi hal yang sangat penting, berdasarkan kebutuhan, bukan menuruti selera artifisial yaitu keinginan.

2. Cari Tempat Kos yang Nyaman, Namun Masih Terjangkau
Tidak bisa dipungkiri, tempat tinggal yang nyaman adalah kunci dari rasa krasan. Jika kalian menjadi mahasiswa rantau, pasti akan tinggal dalam hunian berbentuk kos-kosan, asrama atau kontrakan. Pilihlah tempat tinggal di tanah rantau yang sesuai dengan dirimu dan kenyamananmu. Hal ini tentu sangat subjektif, namun perlu juga dipertimbangkan keterjangkauan tentang harga sewa dan jarak dari kampus.

3. Masak Sendiri, Minimal Masak Nasi
Anak kos identik dengan makan seadanya, dan makan apapun doyan. Menjadi mahasiswa rantau harus pandai mengatur keuangan, terutama makan, karena hal ini menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap hari. Nah, cara ampuh untuk menghemat uang tapi makan kenyang adalah dengan masak sendiri, minimal masak nasi, lalu sayur dan lauk bisa beli di luar. Atau kalau keluarga kalian petani, beras untuk masak nasi bisa kalian bawa dari rumah ketika pulang kampung. Terdengar ribet memang, tetapi mahasiswa rantau harus siap survive dan membuang jauh-jauh gengsi karena masak sendiri.

4. Cuci Sendiri Saja, Tidak Perlu Loundry
Dalih yang kerap menjadi alasan mahasiswa untuk mencuci pakaiannya di loundry adalah karena sibuk, tugas banyak, atau banyak kegiatan di organisasi. Tapi menurut saya itu hanya alasan, intinya ya males. Hehee. Sesibuk apapun menjadi mahasiswa, dengan segala kuliah tugas serta organisasinya coba tetap cuci pakaian sendiri. Selain bisa menghemat pengeluaran, mencuci dengan tangan sendiri itu lebih bersih dan menjadikan pakaian lebih awet daripada diloundry. Hal ini juga akan melatih tanggung jawab dan disiplin. Kenapa begitu? Simpel saja, lha pakaian-pakaianmu sendiri, kamu kotori sendiri, ya bersihkan sendiri dong. Budayawan kondang, Emha Ainun Nadjib, yang sangat sibuk dan padat dengan acara pengajian Maiyah di berbagai daerah, selalu mencuci pakaiannya sendiri sampai saat ini. Ini merupakan salah satu contoh kongkrit bahwa mencuci pakaian sendiri itu suatu bentuk tanggung jawab dan kedisiplinan tertentu.

5. Buat ‘’Keluarga Bayangan’’
Mahasiswa rantau tentunya berada jauh dari keluarga, secara geografis. Maka buatlah semacam ‘’keluarga bayangan’’. Apa itu? Apakah berarti disarankan untuk menikah sewaktu masih menjadi mahasiswa? Bukan Whoiii! Keluarga bayangan disini maksudnya adalah menambah sebanyak mungkin teman dan sahabat. Sehingga, mereka menjadi keluarga keduamu selain keluarga kandung dirumah. Teman kuliah, teman organisasi, teman kos, teman komunitas dan teman mahasiswa yang rumahnya dekat kampus. Ini penting. Akrab dengannya, sering main kerumahnya, kamu pasti juga akan sering ditawari makan, dan itu gratissss. Hahaa.

6. Ikut Organisasi Sesuai Minat dan Bakat
Di kehidupan perguruan tinggi, organisasi untuk mahasiswa sangat banyak dan melimpah ruah. Mulai dari organisasi intra kampus, ekstra kampus, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau bahkan komunitas-komunitas mandiri. Akan sangat sayang sekali jika saat menjadi mahasiswa hanya kuliah dan kemudian pulang kos saja, lalu tidur, melamun, dan mengingat-ingat kenangan masa lalu yang ambyar.  Dengan mengikuti organisasi, kalian akan mengembangkan keterampilan, soft skill, memperluasjaringan dan pengalaman-pengalaman lain yang kelak pasti akan berguna di masa depan. Hampir tidak ada orang sukses tanpa pengalaman dalam organisasi.

7. Akrab dengan Sesama Penghuni Kos
Sebagai anak kos, orang terdekatmu ketika berada di perantauan adalah teman satu kosan. Dengan menjalin keakraban dengan sesama penghuni kos, kesendirianmu di perantauan akan terminimalisir. Ketika kamu sakit di kos, siapa orang pertama yang akan membantumu? Tentu adalah tetangga kamar kos. Jadi, akrab dengan sesama penghuni kos adalah kunci. Juga mungkin ketika uangmu menipis, sasaran pinjam uang tentu juga teman kos. Hahahaa (pengalaman pribadi).

Nah skopers, itu tadi beberapa tips untuk kamu yang akan memilih menjadi mahasiswa rantau. Jalani kehidupan rantaumu dengan semangat dan bahagia. Keterbatasan dan jauh dari rumah bukanlah halangan. Semangat dan bahagia bukan kamu cari diluar diri, tetapi semua itu sudah ada dalam semesta dirimu. Tinggal kita olah dan kita seimbangkan.

Selamat berjuang!

Author: Dian Eko Restino/ @dian_eko_restino

Related Post

Leave a Comment

Jl. Sumbersekar, Perumahan Arjuna View No. 15A,
Kota Malang, Jawa Timur | Kode Pos : 65145
+62 812-1709-009
info@skopin.id

Support Links

2020 © All rights reverved. PT. Aplikasi Sukses Untuk Semua.