S K O P I N

Manusia mempunyai kepribadian yang beragam. Begitu pula mahasiswa. Kehidupan kampus yang lebih kompleks dibandingkan kehidupan sekolah menjadikan mahasiswa mempunyai orientasi sendiri-sendiri dan menjadi identitas kepribadiannya. Nah, skopers, berikut tipe-tipe mahasiswa yang sering kita temui di kehidupan kampus, mungkin kalian nanti akan menjadi salah satunya:

1. Mahasiswa Akademis
Kegiatan utama mahasiswa tentunya adalah mengikuti kelas perkuliahan. Dan hasil akhir yang ingin dicapai dari mata kuliah adalah nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang bagus. Mahasiswa yang berorientasi akademis akan berusaha sekuat tenaga agar mendapat nilai A di setiap mata kuliah. Mahasiswa yang hanya berorientasi akademis biasanya anak yang rajin, tas penuh buku teori dari para ahli (tentunya untuk dibaca), dan pola perjalanan setiap hari adalah kuliah – perpustakaan – pulang kos. Menurut saya pribadi, nilai akademis adalah hal yang sangat penting, tetapi bukanlah yang paling penting. Kuliah bukan hanya tentang nilai IPK gaes, karena di masa depan, tidak semua bisa diselesaikan hanya dengan berbekal IPK.

2. Mahasiswa Organisatoris
Banyak sekali organisasi di perguruan tinggi yang bisa diikuti oleh mahasiswa. Ada organisasi intra kampus (HIMA, BEM, DEMA), ekstra kampus (HMI, PMII, GMNI, IMM, dll.) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang bakat minat yang bisa mengembangkan keterampilan atau soft skill mahasiswa, yang tidak akan didapatkan di dalam kelas perkuliahan. Hal ini sangat bermanfaat ketika nanti kalian sudah terjun di masyarakat atau dunia kerja. Tetapi kebanyakan (tidak semua) mahasiswa organisatoris cenderung sedikit banyak mengesampingkan kelas-kelas mata kuliah karena kesibukannya dalam organisasi. Sebenarnya, keduanya haruslah seimbang, dan perlu manajemen waktu yang baik.

3. Mahasiswa Hedonis
Hedonisme adalah suatu pemahaman bahwa kehidupan adalah tempat atau masa untuk bersenang-senang, hura-hura, foya-foya dan sebagainya. Bahwa tujuan hidup adalah untuk mencari kesenangan. Mahasiswa dengan tipe ini, akan lebih mengutamakan nongkrong, ngopi, ngantin, ngafe, ngemall dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kesenangan, daripada kuliahnya. Tentu mencari kesenangan untuk refreshing sah-sah saja, tetapi jika kesenangan dijadikan tujuan utama dan berlebihan, saya kira itu yang kurang baik.

4. Mahasiswa Romantis
Mahasiswa dengan tipe romantis ini kalau saya istilahkan yang lain adalah mahasiswa ‘hormonal’. Tujuannya ke kampus adalah untuk mencari pacar, gebetan, atau hanya sekedar menggoda-goda manja tebar pesona kepada lawan jenis dengan rayuan mautnya. Intinya yang paling dominan pada dirinya adalah hormon oksitosin atau hormon cinta.

5. Mahasiswa Bisnis
Ini adalah tipe mahasiswa yang mandiri. Bisa jadi dia memang tertarik dan berbakat dalam dunia dagang, maka aktifitasnya sehari-hari adalah untuk berbisnis. Mulai dari onlineshop atau mungkin produk dari usaha keluarga di rumah. Banyak motivasi yang mendorong mahasiswa untuk nyambi berbisnis. Ada yang ingin mendapatkan uang jajan tambahan, mendapatkan pengalaman, atau bahkan memang karena ekonomi pas-pasan. Bagi yang kurang bisa mengatur kegiatan bisnisnya, kuliahnya bahkan bisa keteteran.

6. Mahasiswa Narsis
Kita sekarang hidup di jaman foto dan video. Apapun kegiatan yang kita lakukan sepertinya kurang lengkap tanpa foto bersama/wefie atau bahkan swafoto/selfie. Bagi yang gemar video, maka nge-vlog menjadi pilihan. Hal itu juga didukung oleh kecanggihan teknologi gawai dan media sosial. Mahasiswa tipe narsis ini akan sering menghiasi postingan dan status/story media sosial dengan hasil jepretan foto dan vlognya.

7. Mahasiswa Apatis
Mahasiswa ini mempunyai sifat tidak peduli dengan kegiatan-kegiatan kampus yang tidak berkaitan dengan kepentingannya. Cenderung bersifat cuek, acuh tak acuh atau masa bodoh. Mahasiswa apatis menganggap kegiatan-kegiatan mahasiswa dan kampus di luar kepentingannya adalah kegiatan mahasiswa yang kurang kerjaan, sok pintar dan sok eksis. Bisa dimungkinkan, mahasiswa apatis mempunyai fokus yang tinggi. Saking tingginya, menjadikan dia tidak peduli dengan sekitar.

Nah, sobat skopers, itulah beberapa tipe mahasiswa yang perlu adik-adik ketahui. Tidak semua tipe mahasiswa tersebut negatif, asalkan pas pada timing, situasi, kondisi dan kadarnya, maka bisa menjadi positif. Kalau filosofi jawa mengatakan, empan papan. Kalian bisa memilih menjadi tipe mahasiswa yang mana. Sangat dimungkinkan sekali satu atau dua bahkan beberapa tipe diatas dimiliki oleh seorang mahasiswa. Jangan jadi mahasiswa akademis saja, tapi juga organisatoris lah. Sedikit hedonis untuk refreshing, juga romantis, belajar bisnis, kadang narsis tapi jangan apatis.

Selamat berjuang!

Author: Dian Eko Restino/ @dian_eko_restino

Related Post

Leave a Comment

Jl. Sumbersekar, Perumahan Arjuna View No. 15A,
Kota Malang, Jawa Timur | Kode Pos : 65145
+62 812-1709-009
info@skopin.id

Support Links

2020 © All rights reverved. PT. Aplikasi Sukses Untuk Semua.