S K O P I N

Halo adik-adik pelajar di seluruh nusantara. Selamat datang di skopin.id. Kali ini kita akan membahas mengenai perkuliahan. Ternyata kuliah akan menjadikanmu semakin dewasa lho! Kok bisa?

Manusia mempunyai beberapa fase perkembangan, diantaranya adalah fase remaja dan dewasa. Menurut Departemen Kesehatan tahun 2009, remaja adalah seseorang yang berusia antara 12 – 25 tahun. Sedangkan dewasa adalah rentang usia 26 – 35 tahun.

Namun, yang lebih kita bahas disini bukanlah secara fisik ataupun umur, tetapi lebih kepada sikap. Sikap dewasa. Bisa dimungkinkan seseorang berada pada usia remaja, tetapi sudah bisa bersikap dewasa, atau sebaliknya, seseorang yang sudah berada pada usia dewasa tetapi masih berpola pikir remaja. Tulisan ini akan membantu menambahkan pemahaman kalian untuk menuju dewasa.

Kita pasti sering mendengar, seiring bertambahnya usia akan menjadikan seseorang semakin dewasa. Tetapi itu tidak berlangsung otomatis begitu saja. Pastinya, ada proses-proses kehidupan yang dialami. Salah satu proses yang kalian alami adalah kuliah.

1. Kuliah Tidak Lagi Pakai Seragam
Salah satu perbedaan yang mencolok antara sekolah dan kuliah ditinjau dari pakaian adalah tentang seragam. Pada waktu sekolah, kalian diwajibkan untuk memakai seragam dan setiap hari seragam yang harus dikenakan berbeda-beda. Tetapi, saat kuliah kalian dibebaskan untuk memakai pakaian, yang penting rapi dan sopan. Berkemeja atau kaos polo berkerah. Kalau pakai batik, biasanya mahasiswa yang bajunya habis, kotor semua, maka pilihan terakhir adalah memakai batik, hehe. Kenapa tidak diharuskan memakai seragam? Karena mahasiswa sudah dianggap dewasa, tidak perlu diatur-atur dengan tata tertib kaku. Dan itulah pertama yang harus kalian sadari.

2. Dosen Tidak Akan Menagih Tugas
Karena mahasiswa sudah dianggap dewasa, tahu tanggung jawab dan kewajiban masing-masing, maka tidak akan ada dosen yang menagih-nagih tugas kuliah yang belum dikumpulkan. Mau dikumpulkan ya diterima, tidak dikumpulkan ya terserah, dengan konsekuensi nilai. Bahkan tidak jarang, dosen tidak mentolerir tugas yang dikumpulkan melewati deadline. Tidak bisa kalian lakukan kembali kebiasaan pada waktu sekolah untuk menunda-nunda tugas yang diberikan dosen.

3. Pembelajaran Andragogi, bukan Pedagogi
Andaragogi adalah proses melibatkan orang dewasa dalam pengalaman belajar. Ini adalah pembelajaran yang khas pada perguruan tinggi. Sedangkan Pedagogi adalah pembelajaran yang mengarahkan dan membimbing anak. Ini yang kebanyakan diterapkan pada SD sampai SMA. Tetapi pada perkuliahan, pembelajaran dilakukan dengan mandiri. Mahasiswa ditekankan untuk belajar mandiri, mengkaji literatur dengan buku-buku sumber di perpustakaan atau digital, dan membuat makalah. Jangan dibayangkan dosen akan memberikan penjelasan dengan ceramah di setiap pertemuan. Mahasiswalah yang mempresentasikan hasil makalahnya, berdiskusi, berdebat secara ilmu dan kemudian dosen memberikan review.

4. Hidup Jauh dari Orangtua
Mahasiswa kebanyakan adalah anak kos. Mereka jauh meninggalkan rumah untuk menuntut ilmu di altar suci perguruan tinggi. Dan secara otomatis, mereka harus hidup lebih mandiri dan bertanggungjawab karena jauh dari orangtua. Jika sewaktu menjadi siswa, segala sesuatu terkontrol orangtua, belum pulang ditelpon sedang dimana, atau ditanya apakah PR sudah dikerjakan, tetapi ketika menjadi mahasiswa, pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan ditanyakan oleh Ibu atau Bapak kos. Tidak jarang, mahasiswa merasa bebas ketika tidak lagi diawasi orangtua. Tetapi, jika tidak dibarengi dengan tanggung jawab dan sikap yang dewasa, maka kebebasan tersebut akan menjadi sebuah penyalahgunaan yang merusak mahasiswa tersebut.

5. Masak Sendiri, Makan Sendiri, Cuci Baju Sendiri, Tidur Sendiri
Ini bukan hanya lirik lagu dangdut “Angka Satu” dari Chacha Handika (kelihatan banget kalau penulis artikel ini sudah tua), tapi juga merupakan konsekuensi dari mahasiswa kos yang hidup jauh dari orangtua (dan para jomblo). Tetapi hal ini jugalah yang akan melatih mahasiswa untuk hidup mandiri dan menjadi dewasa dalam menjalani kehidupan. (Sudah gitu aja ya penjelasannya, kasihan para jomblo)

6. Harus Pandai Mengatur Uang Saku
Ketika menjalani sebagai anak kuliahan, apalagi nge-kos, kalian akan merasakan sendiri bagaimana mengatur pengeluaran itu sangat penting. Tidak bisa lagi menghabiskan uang yang diberikan orangtua dengan suka-suka, seperti saat menjadi siswa sekolah. Biaya makan, sewa kos bulanan, tugas kuliah, jajan, pulsa paket data, bensin, dan daily needs yang lain harus di manage dan diperhitungkan sedemikian rupa apabila tidak ingin di akhir bulan hanya bisa makan mie instan dan obat mag, karena uang saku habis.

7. Harus Pandai Pula Mengatur Waktu
Bagi mahasiswa, kesibukan adalah keniscayaan. Kalau ada mahasiswa yang tidak sibuk, patut dipertanyakan kemahasiswaannya. Kesibukan disini bukan berarti hanya kesibukan akademik, bergelut dengan tugas-tugas matakuliah. Tetapi juga banyak sekali kegiatan pengembangan diri yang bisa diikuti. Tanpa manajemen waktu yang baik, maka salah satu hal akan terbengkalai dan bisa dimungkinkan menjadi penghambat perkembangan mahasiswa itu sendiri.

8. Banyak Kegiatan Pengembangan Diri
Perguruan tinggi sering disebut sebagai miniatur masyarakat, bahkan negara. Segala macam organisasi, baik intra kampus (HIMA, BEM, DEMA), Ekstra kampus (HMI, PMII, GMNI, IMM, dll.) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang bakat minat sangat saya sarankan untuk kalian ikuti selama menjadi mahasiswa. Disinilah kalian bisa belajar menjalankan organisasi, memanage konflik yang terjadi, mengembangkan jaringan dan berdialektika atau bertukar pikiran dengan organisasi lingkup dalam kampus, lintas kampus, bahkan lintas disiplin ilmu. Pengalaman-pengalaman itu sungguh penting untuk menambah wawasan dan melatih kedewasaan sebagai bekal mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat nyata.

Nah skopers, jadi itulah hal-hal yang akan melatih kalian menjadi lebih dewasa dalam kehidupan kuliah. Bagi kalian yang masih menjadi kaum mager dan rebahan, segera bangkitlah! Karena pemuda dan mahasiswa, bukan lagi sebagai generasi penerus, tetapi adalah generasi pembaharu bangsa esok hari.

Selamat berjuang!

Author: Dian Eko Restino/ @dian_eko_restino

Related Post

Leave a Comment

Jl. Sumbersekar, Perumahan Arjuna View No. 15A,
Kota Malang, Jawa Timur | Kode Pos : 65145
+62 812-1709-009
info@skopin.id

Support Links

2020 © All rights reverved. PT. Aplikasi Sukses Untuk Semua.